Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat daya tahan aerobik atau volume oksigen maksimal (VO2max) anggota komunitas GB Runner Banjarbaru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif dan melibatkan 16 orang anggota komunitas yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah tes Cooper, yaitu lari sejauh 2400 meter, yang hasilnya kemudian diklasifikasikan ke dalam kategori kebugaran berdasarkan usia dan jenis kelamin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat VO2max anggota komunitas sangat bervariasi, dengan distribusi sebagai berikut: 31,25% termasuk dalam kategori “terlatih”, 25% “baik”, 25% “sedang”, 6,25% “baik sekali”, serta 12,5% berada pada kategori “kurang” dan “sangat kurang”. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa komunitas GB Runner Banjarbaru memiliki keragaman tingkat kebugaran aerobik yang mencerminkan perbedaan pengalaman, usia, dan intensitas latihan masing-masing anggota, serta menegaskan pentingnya penyusunan program latihan yang disesuaikan dengan kondisi individu dalam komunitas lari. Penelitian ini mengimplikasikan bahwa keberagaman VO₂max dalam komunitas lari menuntut program latihan yang berjenjang dan disesuaikan, agar efektif bagi semua anggota dengan latar belakang kebugaran yang berbeda
Copyrights © 2024