Penelitian ini mengkaji pengaruh dua model kepemimpinan terhadap keberhasilan belajar siswa di SMK N 4 Pariaman. Kepemimpinan yang melibatkan pemangku kepentingan dan kepemimpinan yang terorganisir dengan baik berperan dalam menciptakan lingkungan pembelajaran yang efektif dan efisien. Dengan pendekatan deskriptif kuantitatif, penelitian ini melibatkan kepala sekolah, guru, dan siswa sebagai responden, serta menganalisis data menggunakan teknik regresi untuk mengukur kontribusi kedua model terhadap pencapaian akademik dan pengembangan karakter siswa. Temuan menunjukkan bahwa kombinasi keduanya berdampak signifikan, meningkatkan keterlibatan siswa dan efisiensi operasional sekolah. Penelitian ini menegaskan pentingnya penerapan model kepemimpinan yang holistik dalam pendidikan kejuruan dan merekomendasikan pelatihan berbasis sinergi kedua model tersebut untuk kepala sekolah dan guru. Implikasi praktisnya adalah peningkatan kualitas pembelajaran melalui pengelolaan yang lebih terstruktur dan partisipatif. Studi lanjutan disarankan untuk menggali faktor-faktor lain, seperti budaya organisasi dan keterlibatan keluarga, yang turut memengaruhi keberhasilan belajar siswa.
Copyrights © 2024