Peserta didik di Indonesia mempunyai tingkat kemampuan memecahkan masalah yang rendah di bidang matematika. Masalah ini menjadi perhatian dalam bidang pendidikan. Salah satu cara untuk membantu memecahkan masalah adalah peningkatan literasi matematika. Literasi matematika merupakan alat untuk melatih kemampuan matematika dengan berbagai konteks yang dihadapi peserta didik. Konteks dalam kehidupan sehari-hari merupakan bagian dari konstruktivisme sosial. Konstruktivisme sosial dengan interaksi sosial dapat memberikan pengalaman belajar secara nyata, dapat mendorong peserta didik untuk belajar kooperatif, serta dapat meningkatkan potensi peserta didik. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis literasi matematika, konstruktivisme sosial, serta hubungannya. Metode penelitian yang digunakan kajian literatur yang bersumber dari Google Schoolar dan Francis online dengan rentang waktu 2014 sampai 2023 dan didapat tiga belas artikel. Hasil penelitian dari artikel ini literasi matematika menjadi sarana untuk menghubungkan konsep matematika kontekstual dengan bantuan lingkungan konstruktivisme sosial sehingga mendapatkan pembelajaran yang bermakna dan mendalam. Konstruktivisme sosial diterapkan dalam pembelajaran matematika dalam hal kolaboratif dengan lingkungan belajar sehingga mengakibatkan interaksi dalam membangun pengetahuan. Pembelajaran kolaboratif dapat diterapkan dengan literasi matematika sehingga terbangun koneksi dan pemahaman matematika dengan bantuan interaksi lingkungan sekitar yang dikaitkan dengan aktivitas kehidupan sehari-hari. Menyelesaikan masalah kontekstual mempunyai tujuan untuk mengkonstruksi pengetahuan peserta didik dengan mengembangkan pengalamannya sehingga terbentuk konstruktivisme sosial dalam proses mengkonstruksi pengetahuannya.
Copyrights © 2024