Pembelajaran sejarah sering kali mencerminkan perspektif dominan, baik dalam struktur kurikulum, narasi sejarah, maupun tokoh-tokoh yang diangkat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kecenderungan dominasi narasi kolonial dalam pendidikan sejarah di sekolah serta mengeksplorasi bagaimana pendekatan dekolonisasi dapat diterapkan secara efektif dalam kurikulum dan metode pembelajaran. Melalui pendekatan ini, penelitian berusaha memahami dampak dekolonisasi terhadap pemahaman siswa tentang identitas nasional, kesadaran sosio-politik, dan keterampilan berpikir kritisĀ Penelitian ini berhasil mengembangkan instrumen kuesioner menggunakan skala Likert untuk mengukur kemajuan proses dekolonisasi dalam pembelajaran sejarah di sekolah, sekaligus peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan melakukan uji-t parametrik yang membandingkan kelas kontrol dan kelas eksperimen.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala yang mengukur makna esensial dekolonisasi, khususnya dekolonisasi dalam pembelajaran sejarah yang telah diterapkan di kelas. Analisis data dilakukan menggunakan uji-t parametrik dengan membandingkan dua variabel, yaitu kelas kontrol dan kelas eksperimenPenelitian ini menawarkan pendekatan baru dengan mengukur secara kuantitatif proses dekolonisasi dalam pendidikan sejarah, menganalisis hubungan antara proses tersebut dengan perkembangan keterampilan berpikir kritis siswa, serta mengintegrasikan penggunaan teknologi sebagai bagian dari strategi dekolonisasi. Pendekatan ini berbeda dari penelitian sebelumnya yang dominan menggunakan metode kualitatif dan fokus pada analisis narasi, sehingga memberikan perspektif inovatif untuk meningkatkan kualitas pendidikan sejarah di tingkat sekolah menengah.
Copyrights © 2025