Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan nilai-nilai kesetaraan gender dalam pembelajaran sejarah serta pengaruhnya terhadap sikap siswa di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA). Latar belakang penelitian didasari oleh kenyataan bahwa kurikulum sejarah masih banyak menekankan peran laki-laki, sementara kontribusi perempuan kerap terpinggirkan. Situasi tersebut berpotensi mempertahankan bias gender dan membentuk cara pandang yang tidak seimbang di kalangan peserta didik. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif yang dipadukan dengan studi literatur, penyebaran angket, dan wawancara mendalam. Analisis data dilakukan melalui uji-t (One Sample t-Test) serta desain kuasi-eksperimen untuk menilai dampak integrasi perspektif gender dalam pembelajaran sejarah terhadap perubahan sikap siswa. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa penerapan nilai-nilai kesetaraan gender dapat memperluas pemahaman siswa mengenai peran laki-laki dan perempuan secara lebih seimbang, sekaligus menumbuhkan sikap egaliter, kritis, dan toleran. Meskipun demikian, implementasinya masih menghadapi hambatan, antara lain keterbatasan pengetahuan guru, kurangnya ketersediaan materi ajar, serta dominasi budaya patriarkal. Dengan demikian, penelitian ini menekankan bahwa pembelajaran sejarah yang berorientasi gender berkontribusi penting dalam membangun kesadaran kritis siswa serta mendukung terwujudnya pendidikan yang inklusif dan berkeadilan.
Copyrights © 2025