Penggunaan limbah sebagai bahan substitusi dalam pembuatan beton ramah lingkungan menjadi alternatif yang relevan untuk mengatasi masalah lingkungan dan sumber daya yang semakin menipis. Penelitian ini berfokus pada penggunaan limbah keramik granit, limbah beton, dan cangkang kerang (Grabeka) sebagai pengganti agregat kasar dan halus dalam campuran beton. Pengujian dilakukan untuk menilai kekuatan tekan beton pada umur 28 hari serta analisis biaya dibandingkan dengan beton konvensional. Hasilnya menunjukkan bahwa beton dengan campuran limbah Grabeka mampu mencapai kekuatan tekan optimal sebesar 35,09 Mpa. Selain itu, penggunaan zat aditif Sikament NN mempercepat proses pengerasan, sehingga beton dengan agregat daur ulang menjadi lebih efisien.
Copyrights © 2024