JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
Vol 13, No 1

Pengaruh Kedalaman Sarang Penetasan Telur Penyu Hijau (Chelonia mydas) Terhadap Masa Inkubasi dan Persentase Keberhasilan Penetasan Di Kawasan Konservasi Pesisir dan Pulau Pulau Kecil (KKP3K) Paloh

Rizki, Rizki (Unknown)
Adijaya, Mardan (Unknown)
Hadinata, Fitra Wira (Unknown)



Article Info

Publish Date
01 Feb 2024

Abstract

Penyu hijau ( Chelonia mydas ) secara Internasional, masuk ke dalam daftar merah (red list ) IUCN ( International Union for Conservation of Natre ) Redlist dan Appendix I CITES ( Conservation on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora ). Masuknya Penyu hijau ( Chelonia mydas ) ke dalam daftar merah disebabkan oleh adanya pencurian telur, adanya predator yang memangsa telur, dan perubahan lingkungan sehingga tingkat kelangsungan hidup penyu untuk bertahan menurun. Dalam hal ini upaya untuk menjaga populasi penyu terutama penyu hijau (Chelonia mydas ) di Kawasan Konservasi Pesisir dan Pulau - Pulau Kecil (KKP3K) Paloh agar tingkat kelangsungan hidup tidak terus mengalami penurunan perlu dilakukan, salah satunya dengan memperhatikan sarang inkubasi telur penyu. Oleh karena itu perlunya penelitian untuk mengkaji kedalaman yang optimal untuk menghasilkan tingkat penetasan yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kedalaman yang cocok untuk penetasan telur penyu hijau ( Chelonia mydas ) dan mengetahui persentase tetas telur penyu hijau ( Chelonia mydas ) berdasarkan kedalaman di Kawasan Konservasi Pesisir dan Pulau "“ Pulau Kecil (KKP3K) Paloh. Penelitian ini di laksanakan dari bulan Maret - Mei 2023 yang berlokasi di Pos Pemantauan Sungai Belacan, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas. Metode yang digunakan yaitu penganalisisan secara deskriptif dengan memberikan 3 kedalaman perlakuan yang berbeda, perlakuan I 30 cm, perlakuan II 60 cm, dan perlakuan III 90 cm dengan 3 ulangan pada tiap perlakuan. Hasil Penelitian ini menunjukkan kedalaman yang cocok untuk penetasan telur Penyu Hijau (Chelonia mydas) adalah 60 cm dengan rata - rata 90% dengan lama masa inkubasi 1272 jam atau 53 Hari. Pada grafik kecenderungan hubungan kedalaman terhadap suhu dan kelembaban menunjukkan bahwa memberikan pengaruh kedalaman terhadap suhu dan kelembaban di mana semangkin suhu tinggi maka semakin rendah pula kelembaban, perubahan suhu paling tinggi dapat mencapai 4,2 °C sedangkan iklim paling rendah mencapai 0,3 ° C. Pada kelembaban ketinggian paling tinggi mencapai 16 % dengan rentang 77% "“ 88% sedangkan ketinggian paling rendah mencapai 4% dengan rentang 84% - 88%.

Copyrights © 2024






Journal Info

Abbrev

jspp

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry Biochemistry, Genetics & Molecular Biology Earth & Planetary Sciences Economics, Econometrics & Finance Environmental Science

Description

Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles ...