ABSTRAK Program KOSABANGSA dilaksanakan untuk membentuk Desa Sukamulya menjadi Desa Tangguh Bencana, mengingat tingginya risiko bencana tanah longsor di wilayah tersebut. Kegiatan yang dilakukan meliputi survei partisipatif, penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mitigasi bencana. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman masyarakat mengenai kebencanaan dari 77% menjadi 95%. Selain itu, alat peringatan dini longsor (EWS) dan pengering hasil tani berbasis efek rumah kaca berhasil dipasang dan diuji coba oleh warga. Pelatihan budidaya tanaman kaliandra juga dilakukan sebagai metode perkuatan lereng untuk mencegah longsor. Program ini berhasil meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana dan mendukung perekonomian lokal melalui penggunaan teknologi tepat guna. Kata Kunci: Desa Tangguh Bencana, Mitigasi Bencana, Early Warning System (EWS), Pengering Efek Rumah Kaca, Budidaya Kaliandra ABSTRACT The KOSABANGSA program was conducted to develop Sukamulya Village into a Disaster Resilient Village due to its high landslide risk. The activities included participatory surveys, awareness campaigns, training, and assistance to enhance community capacity in disaster mitigation. The results showed an increase in community understanding of disaster risks from 77% to 95%. Additionally, a landslide Early Warning System (EWS) and a greenhouse-effect solar dryer were successfully installed and tested by the villagers. Training on cultivating Calliandra plants was also provided as a slope reinforcement method to prevent landslides. This program successfully improved community disaster preparedness and supported the local economy through the application of appropriate technology. Keywords: Disaster Resilient Village, Disaster Mitigation, Early Warning System (EWS), Greenhouse Effect Solar Dryer, Calliandra Cultivation
Copyrights © 2025