ABSTRAK Minyak jelantah merupakan limbah rumah tangga yang masih banyak dibuang sembarangan ke lingkungan tanpa pengelolaan yang tepat. Praktik ini dapat mencemari air, tanah, dan membahayakan kesehatan masyarakat. Padahal, minyak jelantah memiliki potensi ekonomi bila diolah menjadi produk bernilai tambah seperti lilin aromaterapi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pengelolaan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi yang ramah lingkungan. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan, pelatihan langsung pembuatan sabun cair aromaterapi, serta demonstrasi penggunaan dan manfaatnya. Kegiatan ini dilaksanakan di lingkungan RT03 RW 11 Kelurahan Teluk Pucung, dengan melibatkan ibu-ibu kader Posyandu Mawar II dan warga setempat. Kegiatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan baik masyarakat dari 51% menjadi 76% mengenai bahaya minyak jelantah dan cara pengolahannya. Peserta dapat mempraktikkan langsung pembuatan lilin aromaterapi dari minyak jelantah dan menunjukkan antusiasme tinggi. Produk hasil pelatihan memiliki aroma yang menarik dan warna yang bervariasi. Pengabdian masyarakat ini efektif meningkatkan kesadaran lingkungan sekaligus berbasis limbah rumah tangga. Kegiatan ini diharapkan dapat berkelanjutan dan menjadi alternatif usaha kecil masyarakat. Kata Kunci: Minyak Jelantah, Sabun Aromaterapi, Edukasi ABSTRACT Used cooking oil is a household waste that is still widely disposed of carelessly into the environment without proper management. This practice can pollute water, soil, and pose a risk to public health. Used cooking oil has economic potential if processed into value-added products such as aromatherapy candles. This community service activity aims to improve community knowledge and skills in managing used cooking oil into environmentally friendly aromatherapy candles. The implementation method includes counseling, direct training in making aromatherapy liquid soap, and demonstrations of its use and benefits. This activity was carried out in the RT03 RW 11 environment of Teluk Pucung Village, involving mothers of Posyandu Mawar II cadres and residents. This activity successfully increased community knowledge from 51% to 76% regarding the dangers of used cooking oil and how to properly process it. Participants were able to practice directly making aromatherapy candles from used cooking oil and showed high enthusiasm. The products from the training have an attractive aroma and a variety of colors. This community service is effective in increasing environmental awareness, particularly through the collection and recycling of household waste. This activity is expected to be sustainable and become an alternative small business for the community. Keywords: Used Cooking Oil, Aromatherapy Soap, Education
Copyrights © 2025