PT XYZ merupakan perusahaan di wilayah Yogyakarta yang memproduksi saos sebagai produk utamanya. Saat ini sistem perencanaan kebutuhan bahan baku perusahaan belum optimal karena tidak memperhitungkan kebutuhan masa depan, sehingga perlu melakukan perencanaan tingkat produksi dan pengelolaan bahan baku baik dalam hal pembelian maupun pemakaian yang didahului dengan perhitungan peramalan permintaan konsumen. Titik fokus atau yang menjadi objek penelitian adalah tingkat pemakaian dan kebutuhan bahan baku saos. Pengumpulan data dilaksanakan dengan observasi dan wawancara serta pengolahan data dilakukan dengan metode Material Requirement Planning (MRP) dengan membandingkan teknik lot sizing seperti Lot for Lot (LFL) dan Economic Order Quantity (EOQ). Teknik lot sizing yang menghasilkan biaya lebih rendah adalah teknik LFL, sehingga keputusan yang diambil adalah perencanaan kebutuhan bahan baku di PT XYZ dengan metode MRP akan menggunakan teknik LFL. Perhitungan MRP dengan teknik LFL dapat diimplemetasikan karena lead time bahan baku tidak lama serta pemasok bahan baku tidak mensyaratkan ukuran lot tertentu. Perencanaan kebutuhan bahan baku dengan metode MRP lebih optimal dibandingkan metode konvensional. Penggunaan metode MRP dapat menghemat biaya persediaan hingga sebesar Rp 1.983.657,33 atau hampir 2 kali lipat dari metode konvensional.
Copyrights © 2024