Studi Kasus ini dilaksanakan di Kecamatan Mamasa. Secara khusus data penelitian diambil dari dua kelurahan yakni Kelurahan mamasa dan Desa Buntubuda. Kedua wilayah tersebut merupakan pusat kegiatan ekonomi, sosial dan Pendidikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk dan pola-pola interaksi masyarakat yang beragam dalam kehidupan sosial di Mamasa. Pendekatan penelitian yang dipakai adalah kualitatif, dengan metode fenomenologi. Data dikumpulkan melalui metode wawancara kepada sejumlah informan, yang terdiri dari informan utama, informan kunci, dan informan pendukung. Penetapam sampel menggunakan metode purposive sampling, atas sejumlah anggota masyarakat, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh Pendidikan, tokoh masyarakat adat, kelompok aliansi masyarakat adat serta pemerintah setempat. Informasi atas sejumlah tokoh dan pemerintah setempat sangat diperlukan untuk memberi penguatan dan pengembangan analisis hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan, bentuk dan pola interaksi masyarakat multikultural di Kecamatan Mamasa dalam kehidupan sosial mereka sehari-hari adalah pertama, dalam aktivitas ekonomi (sistem mata pencaharian hidup), aktivitas sekitar hari raya agama, aktivitas lingkaran daur hidup manusia yaitu perkawinan dan kematian dan aktivitas dalam pengucapan syukur. Secara ekonomi, terjadi pola penerimaan oleh penduduk asli terhadap penduduk pendatang dari berbagai latar belakang etnis yang berbeda. Aksi interaksi yang dikembangkan dalam dinamika kehidupan sosial mengacu pada nilai budaya masyarakat, nilai agama serta rasionalitas berpikir yang digunakan untuk mendorong keterlibatan anggota masyarakat untu berpartisipasi pada kehidupan sosial.
Copyrights © 2024