Jurnal Administro : Jurnal Kajian Kebijakan dan Ilmu Admiministrasi Negara
Vol. 6 No. 1 (2024): Jurnal Administro: Jurnal Kajian Kebijakan dan Ilmu Administrasi Negara

Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kesetaraan Akses Internet di Kecamatan Tondano Selatan

Polii, Einjelheart (Unknown)



Article Info

Publish Date
29 Jun 2024

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kesetaraan akses internet di Kecamatan Tondano Selatan, Kabupaten Minahasa. Populasi penelitian ini adalah sebanyak 17.918 individu, dan sampel terdiri dari 200 responden yang berasal dari delapan kelurahan di Kecamatan Tondano Selatan. Analisis dilakukan dengan menggunakan metode regresi linear berganda menggunakan program SPSS versi 25.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa faktor yang berpengaruh signifikan terhadap kesetaraan akses internet di Tondano Selatan, yaitu pendapatan, pendidikan, dan usia responden. Kesenjangan digital yang teridentifikasi dalam penelitian ini menunjukkan perlunya upaya untuk memperluas akses internet yang merata dan terjangkau di Tondano Selatan, terutama bagi individu yang memiliki pendapatan rendah, pendidikan rendah, dan usia yang lebih tua. Selain itu, dalam pengembangan infrastruktur internet, penting untuk mempertimbangkan juga aspek keamanan dan privasi pengguna agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi pengguna internet di Tondano Selatan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pemerintah dan stakeholder terkait dalam upaya meningkatkan kesetaraan akses internet di Tondano Selatan dan mengurangi kesenjangan digital yang ada

Copyrights © 2024






Journal Info

Abbrev

administro

Publisher

Subject

Humanities Education Social Sciences

Description

urnal Administro : Jurnal Kajian Kebijakan dan ilmu Administrasi Negara is a journal published twice a year (June and December) with open and free access. Jurnal Administro has been published since 2019 by LPPM UNIMA (ISSN: 2714-6413 and e-ISSN: 2714-6421) and recevied articel in Bahasa and English ...