Deteksi kebuntingan sapi potong sangat penting dilaksanakan untuk mengetahui status kebuntingan pada sapi potong dan dapat mengidentifikasi keberhasilan inseminasi buatan yang dilaksanakan. Pengetahuan peternak di Desa Jajar tentang deteksi kebuntingan masih sangat terbatas sehingga perlu dilaksanakan penyuluhan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pengetahuan dan faktor-faktor yang mempengaruhi pengetahuan peternak tentang deteksi kebuntingan menggunakan metode punyakoti dan asam sulfat. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui pengisian kuisioner dan wawancara kepada 43 peternak sapi potong di Desa Jajar, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Trenggalek. Analisis data menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor tingkat pendidikan, akses terhadap teknologi informasi, media penyuluhan, dan metode penyuluhan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap tingkat pengetahuan peternak karena memiliki nilai signifikasi <0,05, sedangkan faktor umur, pengalaman beternak, partisipasi petani, dan sifat inovasi tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pengetahuan peternak karena memiliki nilai signifikasi >0,05.
Copyrights © 2024