Penelitian ini dilatarbelakangi kurang luasnya siswa dalam mengetahui kearifan lokal tarian yang ada disekitar mereka dan juga bahan ajar yang digunakan masih belum secara khusus memperkenalkan kearifan lokal di Kalimantan Tengah terutama pada seni tari. Bahan ajar ini dikembangkan menggunakan model 4D dengan 4 tahapan, pada tahap define peneliti melakukan analisis kebutuhan, analisis kurikulum, analisis materi dan analisis siswa. Tahap design, pada tahap ini peneliti merancang bahan ajar digital berbasis kearifan lokal dengan membuat storyboard dan flowchart. Tahap development, mengembangkan produk berdasarkan storyboard dan flowchart kemudian melakukan validasi produk yang dilakukan oleh ahli bahasa, ahli materi dan ahli media. Tahap disseminate peneliti melakukan penyebaran produk melalui pertemuan online yang dihadiri oleh dosen pembimbing I dan II, guru MIS Al-Jihad Palangka Raya dan teman-teman mahasiswa. Peneliti juga melakukan publikasi artikel ilmiah terkait produk yang dikembangkan. Produk juga bisa diakses oleh pembaca melalui website prodi PGMI (2) Melalui perhitungan total dari ketiga ahli, persentase ahli media 96,87% dengan kategori “Sangat Layak”, persentase ahli materi 92,64% dengan kategori “Sangat Layak” dan persentase ahli bahasa 84,37% dengan kategori “Sangat Layak”. Berdasarkan uji coba bahan ajar yang telah dilakukan hasil yang didapat dari respon guru 90% kategori “Sangat Layak” dan respon siswa 87,5% kategori “Sangat Layak”.
Copyrights © 2025