Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh interaksi antara pemberian limbah cair tahu dan pupuk organik terhadap pertumbuhan dan produktivitas tanaman pakcoy. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) secara faktorial dengan dua faktor. Faktor pertama adalah konsentrasi limbah cair tahu (K) yang terdiri dari tiga perlakuan: K1 (25%), K2 (50%), dan K3 (75%). Faktor kedua adalah dosis pupuk organik cair (D) dengan empat perlakuan: D0 (tanpa perlakuan), D1 (150 g/l), D2 (300 g/l), dan D3 (450 g/l). Masing-masing perlakuan diulang tiga kali. Data dianalisis menggunakan uji F untuk mengetahui interaksi antar faktor dan uji BNJ 5% untuk membandingkan perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi nyata antara konsentrasi limbah cair tahu dan dosis pupuk organik terhadap berat basah tanaman pakcoy. Konsentrasi limbah cair tahu 75% (K3) menghasilkan berat basah tertinggi, yaitu 45,06 gram. Namun, pada umur 7 hari setelah tanam (HST), konsentrasi 25% (K1) cenderung memberikan hasil lebih baik dibandingkan 50% dan 75%. Hal ini diduga terkait kandungan nitrogen dalam limbah cair tahu yang memenuhi kebutuhan dasar pertumbuhan tanaman, meskipun belum optimal. Penggunaan pupuk organik dengan dosis tinggi (450 g/l) menunjukkan kecenderungan peningkatan berat basah tanaman, meskipun perbedaannya tidak signifikan secara statistik. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa kombinasi limbah cair tahu 50% (K2) dan pupuk organik 450 g/l (D3) memberikan hasil optimal dengan berat basah 438,35 gram. Disarankan untuk mengaplikasikan kombinasi ini pada tanaman pakcoy dengan umur panen 28 hari atau lebih untuk mengoptimalkan produktivitas. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengevaluasi efek jangka panjang dari pemberian limbah cair tahu dan pupuk organik terhadap pertumbuhan tanaman.
Copyrights © 2025