Program Warung Naik Kelas (WENAK) merupakan upaya Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dalam mempercepat pemulihan ekonomi pascapandemi Covid-19 melalui pemberian bantuan modal usaha kepada pelaku UMKM. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi program tersebut dengan menggunakan teori implementasi Edward III yang mencakup aspek komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun komunikasi telah dilakukan melalui media sosial dan sosialisasi langsung, masih ditemukan kendala dalam penyampaian informasi yang merata. Dari aspek sumber daya, keterbatasan jumlah tenaga pelaksana dan dana menjadi tantangan dalam penyaluran bantuan. Namun, adanya komitmen kuat dari pelaksana program serta koordinasi yang baik mendukung efektivitas progra. Struktur birokrasi yang jelas dan adanya Standar Operasional Prosedur (SOP) juga membantu memastikan program berjalan sesuai target. Program Warung Naik Kelas terbukti memberikan kontribusi terhadap peningkatan usaha mikro di Banyuwangi, meskipun perlu adanya peningkatan dari segi komunikasi, sumber daya, dan penyederhanaan administrasi untuk mencapai hasil yang lebih optimal.
Copyrights © 2025