Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran bank dalam meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia, khususnya pasca krisis global 2008 hingga saat ini. Inklusi keuangan menjadi strategi penting dalam pembangunan ekonomi nasional, terutama untuk menjangkau kelompok masyarakat unbanked yang berada di wilayah terpencil, berpendapatan rendah, dan kurang akses terhadap layanan keuangan formal. Bank sebagai lembaga intermediasi keuangan memiliki peran strategis dalam menyalurkan pembiayaan, menyediakan sarana tabungan, serta mendorong pertumbuhan sektor riil melalui akses permodalan. Selain itu, kemajuan teknologi dan hadirnya layanan perbankan digital serta kolaborasi dengan fintech menjadi inovasi kunci dalam memperluas cakupan inklusi keuangan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi literatur dan analisis konten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bank telah melakukan berbagai transformasi dalam menghadirkan layanan keuangan yang lebih inklusif dan mudah dijangkau. Namun, tantangan seperti rendahnya literasi keuangan dan keterbatasan infrastruktur digital masih menjadi hambatan utama yang harus diatasi secara kolaboratif antara pemerintah, industri perbankan, dan masyarakat. Hasil kajian menunjukkan bahwa inovasi digital seperti mobile banking, internet banking, dan layanan tanpa kantor (branchless banking) telah berhasil menjangkau kelompok masyarakat yang sebelumnya tidak terlayani. Namun, tantangan seperti rendahnya literasi keuangan dan keterbatasan infrastruktur masih perlu diatasi. Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi antara bank, pemerintah, dan sektor swasta untuk menciptakan ekosistem keuangan yang inklusif dan berkelanjutan
Copyrights © 2025