Latar belakang meningkatnya krisis moral di Indonesia ditandai oleh pergaulan bebas, kenakalan remaja, dan perubahan gaya hidup yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila dan ajaran agama. Penelitian ini mengkaji peran kepemimpinan manajerial pendidikan Islam sebagai solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Metodologi penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan analisis literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan manajerial pendidikan Islam yang mengintegrasikan empat sifat utama kepemimpinan (amanah, siddiq, tabligh, fathanah) dan fungsi manajemen (perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengawasan) dengan prinsip-prinsip keislaman, dapat menjadi penangkal dekadensi moral. Kepemimpinan yang efektif ditandai dengan "hati, kepala, dan tangan yang melayani," yang memprioritaskan kepentingan masyarakat dan pengembangan individu serta penggunaan kekuasaan yang bertanggung jawab dan adil. Kesimpulannya, kepemimpinan pendidikan Islam yang berlandaskan moralitas agama dapat membentuk karakter dan moral generasi muda serta menanggulangi krisis moral di era disrupsi.
Copyrights © 2025