Penelitian ini dilatar belakangi karena terdapat permasalahan mengenai rendahnya hasil belajar peserta didik kelas IV pada pelajaraan Pendidikan Pancasila materi Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Persatuan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik pada materi Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Persatuan. PTK Kolaboratif antara mahasiswa, dosen dan guru pamong adalah metode dalam penelitian ini. Penelitian tindakan kelas berlangsung pada dua siklus pembelajaran. Berdasarkan hasil pelaksanaan tindakan dari pra siklus, siklus I, dan siklus II, dapat disimpulkan bahwa penerapan pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV SDN 03 Kanigoro pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila, khususnya pada materi Bahasa Persatuan. Pada tahap pra siklus, hasil belajar siswa masih rendah dengan rata-rata nilai 71,25 dan ketuntasan 65%. Setelah diterapkannya pendekatan CRT pada siklus I, nilai rata-rata meningkat menjadi 78,75 dengan ketuntasan 82%. Perbaikan strategi pada siklus II menghasilkan peningkatan lebih lanjut, dengan rata-rata nilai mencapai 86,60 dan ketuntasan mencapai 92%.
Copyrights © 2025