Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh jumlah pendanaan, fasilitas pembelajaran, dan kinerja guru terhadap mutu sekolah di SMK Teuku Umar Semarang. Latar belakang penelitian ini adalah pentingnya manajemen internal sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan, khususnya di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang dituntut untuk mencetak lulusan siap kerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei dan menyebarkan kuesioner kepada seluruh siswa kelas XI dari lima program keahlian. Data dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan uji asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial maupun simultan, ketiga variabel independen yaitu jumlah pendanaan, fasilitas pembelajaran, dan kinerja guru berpengaruh signifikan terhadap mutu sekolah. Model regresi menunjukkan bahwa ketiga variabel memberikan kontribusi sebesar 63,5% terhadap variasi mutu sekolah. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa peningkatan mutu pendidikan dapat dicapai melalui penguatan pendanaan sekolah, pengelolaan fasilitas pembelajaran yang optimal, serta pengembangan kompetensi dan kinerja guru secara berkelanjutan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pihak sekolah maupun pemangku kebijakan pendidikan dalam mengambil keputusan strategis untuk peningkatan mutu pendidikan di lingkungan sekolah kejuruan.
Copyrights © 2025