Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam penggunaan bentuk taʿrīf (pengenalan) dan tankīr (pengabstrakan) dalam Surat Al-Fātiḥah, serta mengeksplorasi bagaimana kedua bentuk kebahasaan ini memengaruhi pemahaman makna dalam tafsir Al-Qur’an. Pendekatan yang digunakan bersifat kualitatif-deskriptif dengan metode analisis linguistik, khususnya dalam mengamati struktur kalimat yang mengandung makna definitif dan indefinitif. Surat Al-Fātiḥah dipilih karena kedudukannya yang sangat penting dalam kehidupan umat Islam, baik dari sisi ritual ibadah maupun spiritualitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk taʿrīf dalam surat ini berperan mempertegas keesaan, kemahakuasaan, dan kekhususan sifat-sifat Allah. Sementara itu, penggunaan tankīr menghadirkan dimensi makna yang lebih terbuka, bersifat reflektif, dan menggugah kesadaran batin pembaca terhadap keagungan ilahi. Analisis ini menegaskan bahwa aspek kebahasaan seperti taʿrīf dan tankīr tidak hanya bersifat gramatikal, tetapi juga mengandung pesan retoris dan nilai-nilai teologis yang mendalam. Dengan demikian, temuan ini diharapkan memberikan kontribusi yang berarti dalam pengembangan kajian linguistik Al-Qur’an, serta menjadi referensi penting dalam studi tafsir berbasis analisis kebahasaan.
Copyrights © 2025