Penelitian ini menginvestigasi pertikaian sosial dalam drama berjudul Lakon Remaja: Contreng Saya yang ditulis oleh Dian Tri Lestari dengan menggunakan pendekatan dari Lewis A. Coser (1956). Mengacu pada teori konflik yang dikemukakan oleh Coser, konflik yang terdapat dalam drama ini dibagi menjadi dua kategori: realistis, yang muncul dari kepentingan dan kebutuhan yang nyata (seperti nilai pendidikan, tekanan ekonomi, dan manipulasi politik), dan simbolik, yang berupa ungkapan emosional atau ideologis yang diwujudkan dalam simbol-simbol seperti topeng Putih Hitam dan pernyataan rakyat. Penelitian ini mengaplikasikan metode kualitatif-deskriptif dan analisis isi (content analysis) dengan teknik pengamatan mendalam pada naskah drama. Hasil dari analisis itu menunjukkan bahwa konflik realistis menekankan ketegangan yang terjadi antara individu, institusi, dan struktur sosial, sementara konflik simbolik berfungsi sebagai “katup tekanan” (safety valve) dan alat untuk membangun solidaritas kelompok. Selain itu, simbol-simbol yang muncul semakin memperkuat peran sosial konflik sebagai pendorong untuk menyadarkan kolektif dan potensi terjadinya perubahan sosial. Temuan ini menegaskan bahwa drama tidak hanya berfungsi sebagai media representasi, namun juga sebagai alat untuk kritik dan refleksi sosial.
Copyrights © 2025