Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem tanda, simbol, dan makna dalam naskah drama Laras karya Dukut W.N. melalui pendekatan semiotika Roland Barthes dan Charles S. Peirce. Drama diposisikan bukan semata sebagai karya estetika, melainkan sebagai teks sosial yang mengandung wacana ideologis melalui struktur dramatik dan representasi simbolik. Teori Barthes digunakan untuk menafsirkan lapisan makna denotatif, konotatif, dan mitis, sedangkan teori Peirce dimanfaatkan untuk mengklasifikasikan tanda menjadi ikon, indeks, dan simbol. Metode yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif dengan teknik analisis isi, berfokus pada dialog, gestur, dan properti panggung terpilih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sejumlah tanda kunci seperti burung Laras dalam sangkar, tas milik suami, dan tindakan membakar memiliki fungsi simbolik sebagai representasi dominasi serta perlawanan terhadap struktur patriarkal. Makna yang muncul dalam teks bersifat dinamis dan terus-menerus dinegosiasikan melalui relasi kuasa dan konteks sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Laras merefleksikan ketidakadilan gender dan konflik domestik melalui sistem tanda yang kompleks, sehingga memperlihatkan bahwa drama dapat menjadi medium kritis untuk mendekonstruksi ideologi dominan dalam masyarakat kontemporer.
Copyrights © 2025