Sastra merupakan cerminan kehidupan yang tidak hanya menyajikan realitas, tetapi juga menyuarakan kritik terhadap ketimpangan yang terjadi di masyarakat. Salah satu genre sastra yang efektif dalam menyampaikan kritik sosial adalah drama. Naskah drama Warung Colitik karya Zohry Junedi merupakan contoh satir sosial-politik yang menampilkan berbagai bentuk penyimpangan moral, etika, dan hukum dalam kehidupan politik kontemporer Indonesia. Melalui tokoh-tokohnya yang mewakili figur elite politik dan masyarakat marjinal, drama ini menggambarkan rusaknya sistem kekuasaan dan dominasi kepentingan pribadi di atas kepentingan publik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis bentuk-bentuk kritik sosial dalam naskah tersebut dengan menggunakan pendekatan sosiologi sastra. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi. Hasil analisis menunjukkan bahwa drama ini menyampaikan kritik tajam terhadap korupsi, kolusi, politik uang, kekerasan politik, manipulasi publik, serta degradasi moral elite. Drama ini juga memanfaatkan simbol, metafora, dan ironi sebagai perangkat artistik untuk memperkuat pesan kritik sosial. Dengan demikian, Warung Colitik berfungsi sebagai cermin sosial dan perlawanan kultural terhadap dominasi kekuasaan yang korup.
Copyrights © 2025