Penelitian ini menganalisis strategi framing media online Detik.com dan Kumparan.com dalam pemberitaan isu viral #KaburAjaDulu di media sosial. Isu ini, yang bermula dari kampanye edukasi seks, menimbulkan polemik di kalangan masyarakat. Menggunakan metode analisis framing model Robert N. Entman, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bagaimana kedua media tersebut mengkonstruksi realitas isu ini, termasuk bagaimana mereka mendefinisikan masalah, mendiagnosis penyebab, membuat penilaian moral, dan mengusulkan solusi.Penelitian ini menganalisis framing isu #KaburAjaDulu dengan menggunakan model yang dikembangkan oleh Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki. Media online berperan penting dalam membentuk persepsi publik melalui strategi framing. Penelitian ini berfokus pada bagaimana Detik.com dan Kumparan.com membingkai isu tersebut dengan metode kualitatif, pendekatan deskriptif, serta analisis isi terhadap berita terpilih yang terbit antara Februari hingga Maret 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua media menggunakan struktur sintaksis, skrip, tematik, dan retoris. Detik.com cenderung mendukung narasi pemerintah, sedangkan Kumparan.com menonjolkan perspektif emosional dan kritik sosial generasi muda.
Copyrights © 2025