Demam berdarah dengue (DBD) adalah virus dengue yang ditularkan melalui nyamuk Aedes aegypti sebagai vektor utama penyebab penyakit ini. Di wilayah Kabupaten Banjar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi entomologi larva Aedes aegypti, karakteristik wadah dan keberadaan larva pada kejadian demam berdarah di Desa Gambut. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu dengan desain kelompok kontrol yang tidak setara. Populasinya semua rumah di desa Gambut. pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling. Sampel yang diambil adalah 100 rumah tinggal. Pendataan dilakukan dengan pengamatan langsung terhadap setiap kontainer rumah. Indeks entomologi dihitung berdasarkan House Index (HI), Container Index (CI), Breteau Index (BI) dan untuk menentukan risiko penularan berdasarkan density figure (DF) variabel independen menggunakan ovitrap. Analisis data menggunakan uji statistik uji wilcoxon. Penelitian ini mendapat persetujuan etis dari RSUD Umum Ulin Banjarmasin dengan nomor izin :117/VIII-Reg/RSUDU/2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Indeks Rumah di desa Gambut adalah 51%. Nilai Indeks Kontainer adalah 25% di desa Gambut dan 23%. Nilai Breteau di desa Gambut adalah 88%. Kepadatan larva Aedes aegypti berdasarkan HI, CI dan BI di kedua desa berada pada skala 6-8 dan termasuk dalam kategori risiko tinggi berdasarkan kepadatan vektor. Ada perbedaan yang signifikan antara CI dan BI antara sebelum dan sesudah pemasangan ovitrap (p = 0.000). Hal ini menjelaskan bahwa indeks entomologi di Kecamatan Gambut masih rendah, sehingga perlu pengendalian larva Aedes aegypti dengan melakukan 3M Plus (Menutup saluran air dan mengubur barang bekas) dan memberantas sarang nyamuk yang berkembang biak seperti membuat inovasi ovitrap dan menanam tanaman yang tidak disukai nyamuk. seperti tanaman serai dan lavender.
Copyrights © 2025