Al-Qur`an mempunyai beragam metode dalam menyampaikan pesannya. Dengan metode dan cara tersebut pesan Ilaiah dapat dicerna para pembacanya dengan mudah, antara lain serangkaian aturan yang bermuatan perintah dan larangan, kisah para Nabi dan Rasul beserta perjalanan dakwahnya, demikian juga dengan episode-episode misi Rasulullah Saw sebagai Nabi dan Rasul terakhir, dan yang lainnya. Al-Qur`an sebagai kitab yang mengandung nilai-nilai kependidikan memang tidak serta merta menyebut cara penyampaiannya dengan sebutan metode. Akan tetapi, isyarat dan nuansa yang kuat dari eksistensi sebuah metode dapat dengan mudah ditangkap polanya, sehingga untuk disebut sebagai suatu metode agaknya sulit untuk dibantah. Inilah setidaknya yang dideteksi penulis saat mengkaji QS. Al-Nahl/16: 125-128 dan QS. Yusuf/12: 3-4 yakni metode al-hikmah, al-mauāidzat al-hasanah, al-mujadalah, dan metode kisah. Penelitian ini termasuk dalam kategori penelitian kepustakaan dengan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analitis-pedagogis. Penulis menerapkan metode tafsir tahlili untuk menelaah ayat Al-Qur`an yang akan dibahas, yakni ayat-ayat yang bernuansa kependidikan.
Copyrights © 2024