Persaingan bisnis menuntut Usaha Kecil dan Menengah (UKM) untuk melakukan inovasi. Inovasi dapat diciptakan oleh pegawai yang mempunyai perilaku inovatif. Perilaku inovatif mengacu pada tindakan atau sikap individu yang melibatkan kemampuan berpikir kreatif, berani mengambil risiko, mencoba pendekatan baru, dan beradaptasi dengan perubahan pasar, mampu bersaing, dan menciptakan produk atau jasa yang unggul. Perilaku inovatif pegawai tidak lepas dari jaringan sosial yang dimiliki pegawai. Jejaring sosial merupakan hubungan sosial yang dimiliki oleh individu karyawan dimana pola hubungan tersebut mempunyai keteraturan dalam bagaimana karyawan berperilaku dalam lingkungan kerja. Berdasarkan jejaring sosial yang dimiliki, karyawan akan memiliki rasa berbagi ilmu dengan rekan kerja. Berbagi pengetahuan adalah suatu keadaan dimana setiap individu yang berbagi saling bertukar pengetahuan dengan maksud untuk menciptakan pemahaman baru bersama-sama berdasarkan kemauan untuk berbagi dengan orang lain. Dalam makalah ini, kami membuat kerangka usulan mengenai pengaruh jejaring sosial dan berbagi pengetahuan terhadap perilaku inovatif karyawan di UKM. Berdasarkan studi dan literatur yang ada, makalah ini menjelaskan dampak jaringan sosial dan transmisi informasi melalui berbagi pengetahuan antar karyawan dan memungkinkan perubahan perilaku inovatif karyawan.
Copyrights © 2024