Fenomena kelebihan gizi di kalangan peserta didik, khususnya di MIN 11 Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat, menjadi perhatian serius dalam bidang kesehatan masyarakat. Berdasarkan pengamatan awal, lebih dari setengah siswa mengalami masalah berat badan berlebih hingga obesitas. Pola konsumsi makanan harian, termasuk kebiasaan sarapan dan membeli jajanan, diduga kuat berkaitan dengan kondisi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan sarapan dan jajan dengan status gizi siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi potong lintang dan melibatkan 204 siswa kelas IV hingga VI yang dipilih secara acak sederhana. Instrumen penelitian mencakup kuesioner mengenai kebiasaan makan serta pengukuran antropometri berdasarkan indeks massa tubuh menurut umur (IMT/U). Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara kebiasaan sarapan dengan status gizi (p = 0,042), serta antara jajan dengan status gizi (p = 0,011). Temuan ini mengindikasikan bahwa pola makan harian siswa memiliki keterkaitan dengan status gizi mereka. Oleh karena itu, pendidikan gizi dan pengawasan konsumsi makanan sejak dini perlu ditingkatkan guna mencegah terjadinya kelebihan gizi pada anak sekolah.
Copyrights © 2025