Polusi plastik telah mengancam kelestarian lingkungan dan ekosistem. Isu polusi plastik masuk dalam program SDGs global maupun SDGs Indonesia. Intervensi untuk mengurangi sampah plastik menjadi agenda penting mengingat di Indonesia sendiri infrastuktur dan teknologi belum mampu mengejar laju urbanisasi, diperparah dengan kesadaran masyarakat yang masih kurang terhadap pentingnya mengolah sampah rumah tangga serta dampak sampah sampah plastik terhadap kerusakan lingkungan. Dalam rangka mendukung program pemerintah dalam mengurangi sampah, maka kesadaran dan aksi masyarakat harus ditingkatkan terhadap konsumsi hijau. Media sosial sebagai media yang menduduki peringkat pertama sumber pencarian informasi di Indonesia memiliki peranan vital dalam membangun ekosistem masyarakat sadar lingkungan khususnya bagi generasi Z sebagai populasi dengan jumlah dominan di Indonesia. Informasi pada media sosial diharapkan dapat membangun kesadaran, mengedukasi serta mendorong aksi konsumsi hijau generasi Z. Penelitian ini menggunakan Theory Planned Behavior dengan variable attitude toward green consumption, subjective norm, perceived behavioral control, intention to green consumption, dan green consumption behavior serta konsep Sosial Media dengan dimensi intrinsic quality, representational quality dan contextual quality. Paradigma penelitian positivistik, metodologi kuantitatif eksplanatif dengan metode survey terhadap mahasiswa generasi Z di wilayah urban maupun sub urban. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat pengaruh informasi sosial media terhadap sikap perilaku hijau dan terhadap norma subyektif. Sikap berpengaruh negatif namun tidak signifikan terhadap niat konsumsi hijau. Norma subyektif berpengaruh positif namun tidak berdampak signifikan terhadap niat konsumsi hijau. Kontrol perilaku memiliki pengaruh terhadap niat konsumsi hijau dan terhadap perilaku konsumsi hijau. Niat perilaku hijau memiliki pengaruh terhadap perilaku konsumsi hijau.
Copyrights © 2024