Kurikulum Merdeka memberikan perhatian khusus pada pengembangan kemampuan literasi. Kemampuan literasi merupakan kemampuan peserta didik untuk memahami, menggunakan, mengevaluasi, serta merefleksikan beragam teks untuk mengatasi masalah dan meningkatkan kapasitas dirinya sebagai warga negara Indonesia dan warga dunia sehingga dapat berkontribusi secara produktif di masyarakat. Sementara itu, data survei pada rapor pendidikan SMP Negeri 15 Singkawang Tahun 2024 menunjukkan bahwa kemampuan literasi peserta didik di sekolah tersebut masih berada di kategori menengah ke bawah. Kondisi ini mengindikasikan adanya kesenjangan antara harapan Kurikulum Merdeka dengan realita di lapangan. Walaupun Kurikulum Merdeka telah memberikan perhatian khusus pada pengembangan literasi, faktanya implementasi di SMP Negeri 15 Singkawang belum optimal. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan hambatan dan kendala yang dialami pendidik SMP Negeri 15 Singkawang dalam meningkatkan kemampuan literasi peserta didik. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif kualitatif. Subjek pada penelitian ini adalah pendidik (guru) di SMP Negeri 15 Singkawang. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, teknik kuesioner, dan teknik wawancara. Berdasarkan hasil penelitian, hambatan dan kendala yang paling banyak dialami pendidik saat mengimplementasikan pendidikan literasi adalah kurangnya sumber daya (sarana dan prasarana); kondisi lingkungan yang tidak kondusif; rendahnya minat, motivasi, dan literasi dasar peserta didik; kurangnya waktu dan kemampuan pendidik; dan kebijakan sekolah yang kurang mendukung. Harapan dari pendidik untuk peningkatan literasi adalah kerja sama antara sekolah dan orang tua; pengadaan perpustakaan yang relevan; peningkatan akses terhadap jaringan internet dan sumber bacaan yang lebih variatif; serta peran aktif semua pendidik dalam meningkatkan literasi.
Copyrights © 2024