Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui apakah ada hubungan antara emotional focused coping dengan perilaku konsumtif pada mahasiswa. (2) melihat seberapa tinggi emotional focused coping mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling. (3) melihat seberapa tinggi perilaku konsumtif mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling. (4) mengidentifikasi butir item skala emotional focused coping dan skala perilaku konsumtif yang belum optimal (rendah) sehingga dapat diusulkan sebagai topik. Penelitian ini merupakan studi korelasional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 108 orang mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling angkatan 2023. Teknik analisis dalam penelitian ini menggunakan kategorisasi, uji normalitas, uji linearitas, dan uji hipotesis korelasional. Pengumpulan data menggunakan skala emotional focused coping dengan jumlah item valid 34 dengan nilai uji reliabilitas 0,697 dan skala perilaku konsumtif dengan jumlah item valid 32 dan nilai uji reliabilitas 0,743. Hasil dalam penelitian ini membuktikan: 1)Adanya hubungan negatif dengan tingkat signifikansi tinggi karena nilai Pearson’s r-0.196 dan p<0.05. 2)Tingkat emotional focused coping mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling tergolong dalam kategori tinggi karena 24% mahasiswa masuk dalam kategori sangat tinggi dan 59% masuk ke dalam kategori tinggi. 3)Tingkat perilaku konsumtif mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling tergolong dalam kategori rendah karena tidak ada mahasiswa yang masuk dalam kategori sangat tinggi dan terdapat 16% mahasiswa masuk dalam kategori tinggi. 4)Ditemukan 4 item dalam skala variabel emotional focused coping yang terindikasi sedang dan diusulkan topik My Support System serta Jangan Biarkan Masalah Menguasaimu. Ditemukan 16 item dalam skala perilaku konsumtif yang terindikasi dalam kategori rendah serta 6 item yang terindikasi dalam kategori sangat rendah dan diusulkan topik Control Your Self, Control Your Money, dan Rational Thinking.
Copyrights © 2024