Indonesia, sebagai negara dengan potensi pertanian yang besar, menghadapi tantangan besar, seperti berkurangnya ketersediaan lahan pertanian. Jawa Timur merupakan provinsi terpadat kedua di Indonesia setelah Jawa Barat, dan Surabaya adalah kota dengan jumlah penduduk terbanyak di Jawa Timur. Tingginya jumlah penduduk di Kota Surabaya berbanding terbalik dengan jumlah lahan pertanian yang semakin berkurang. Upaya untuk menjaga dan meningkatkan ketahanan pangan di Kota Surabaya dilakukan melalui pengembangan pertanian perkotaan (urban farming) dengan mengoptimalkan penggunaan lahan terbuka dan pekarangan di sekitar permukiman. Namun, penerapan program pertanian perkotaan di Kota Surabaya masih belum maksimal. Hal ini disebabkan oleh rendahnya minat masyarakat terhadap pertanian dan kurangnya pengetahuan tentang budidaya pertanian yang sesuai dengan Good Agricultural Practices (GAP). Kegiatan pengembangan masyarakat menunjukkan bahwa anggota kelompok tani sangat puas dengan upaya pengembangan pertanian perkotaan, khususnya melalui Program Urban Farming Kampung Sayur Surabaya (KaSurBoyo).
Copyrights © 2024