Penelitian ini mengkaji penerapan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) dalam memberdayakan kegiatan ekonomi kreatif melalui pengelolaan sampah di Desa Hutaginjang, Tapanuli Selatan. Meskipun desa ini memiliki potensi sebagai tujuan wisata agro, tantangan pengelolaan sampah masih tetap ada sehingga memerlukan solusi inovatif. Melalui observasi lapangan dan keterlibatan masyarakat, penelitian ini mengidentifikasi aset-aset utama, termasuk sumber daya manusia, sumber daya alam, dan integrasi budaya, yang dimanfaatkan untuk meningkatkan praktik pengelolaan sampah. Temuan ini menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam hasil keuangan dan efisiensi operasional di Tempat Pengolahan Sampah Desa (TPS3R). Integrasi kearifan lokal dan tradisi dalam pengelolaan lingkungan hidup menjadi faktor penting dalam pembangunan berkelanjutan. Tulisan ini menyimpulkan bahwa pendekatan ABCD secara efektif memanfaatkan aset lokal untuk mempromosikan Desa Hutaginjang sebagai model agrowisata berkelanjutan dan pemberdayaan masyarakat.
Copyrights © 2024