Tanaman Kopi merupakan salah satu komoditas unggulan sektor pertanian dan perkebunan di daerah dataran tinggi Aceh. Budidaya tanaman kopi di Desa Tebes Lues, Kecamatan Bies, Kabupaten Aceh Tengah dilakukan disekitar hunian penduduk. Sehingga, desa ini dinobatkan sebagai Kampung Kopi pertama di Aceh dengan konsep “Farmer’s Home Stay.†Namun, COVID-19 membuat pengembangan wisata di desa ini berhenti total dan belum ada kegiatan lanjutan pasca COVID-19. Untuk mengatasi masalah tersebut, pemerintah desa bekerjasama dengan Universitas Syiah Kuala (USK) melaksakan kegiatan pengabdian penugasan melalui KKN Tematik. Hasil observasi tim pengabdian menyatakan kurangnya pemahaman sumber daya manusia (SDM) di desa terhadap pengembangan potensi wisata. Untuk itu, tim menyusun kegiatan pengembangan SDM yang sesuai dengan kebutuhan dan keahlian masyarakat desa. Kegiatan pengabdian mengusung tema green economy yang terdiri dari edukasi pengembangan agrowisata dan promosi melalui media digital, pelatihan pembuatan website dan sosial media desa, edukasi tentang pelestarian lingkungan melalui kegiatan pemilahan sampah, serta pelatihan pembuatan produk-produk turunan kopi dan minyak nilam. Dari kegiatan ini dihasilkan 4 produk turunan kopi dan minyak nilam diantaranya parfum aroma kopi, balsam cair aroma kopi, lilin aromatherapy kopi, dan sabun cuci piring. Kegiatan ini mendorong motivasi dan keahlian masyarakat desa dalam pengembangan Kampung Kopi Tebes Lues.
Copyrights © 2024