Permasalahan stunting masih menjadi isu strategis dan prioritas nasional yang menjadi target Renstra Kemenkes (Fahmida et al., 2022).  Upaya mengatasi Stunting perlu dilakukan sejak dini yaitu pada usia remaja untuk memutus rantai kejadian Stunting ((Titaley et al., 2019). Kegiatan PKM ini dilakukan untuk mendukung program pemerintah dalam intervensi gizi sensitive dengan sasaran remaja. Metode yang digunakan yaitu pemberdayaan masyarakat melalui KIE (Creaser et al., 2023) dengan kegiatan pelatihan konselor sebaya melalui pendekatan Model “Stunting No Way†dengan sasaran remaja yang merupakan siswa/i SMK Kesehatan Sentra Medika Cikarang Tingkat 12. Metode pre test dan posttest dilakukan untuk menilai efektifitas kegiatan pelatihan dalam meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan tentang pencegahan stunting dan kemampuan sebagai konselor sebaya. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa Pelatihan Konselor Sebaya efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja dalam pencegahan stunting. Pemberdayaan remaja sebagai konselor dan duta stunting dalam kegiatan PKM ini sudah tercapai dibuktikan dengan 100 % peserta memiliki keterampilan baik dalam hal kemampuan membuka kegiatan konseling dan melakukan identifikasi masalah. Sedangkan 88,8% memiliki keterampilan baik dalam kemampuan Help ( kemampuan memberikan informasi implikasi) dan return ( kemampuan menyimpulkan). Sebanyak 11,1 % menyatakan siap sebagai duta stunting dan 88,9 % menyatakan sangat siap sebagai duta stunting. Perlu adanya upaya yang komprehensif dalam meningkatkan status kesehatan remaja melalui kegiatan KIE /pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan , sikap dan keterampilan dalam pencegahan generasi stunting sejak dini: 8 books, 10 research journals
Copyrights © 2024