Permasalahan rework atau pengerjaan ulang dalam proses servis kendaraan menjadi indikator lemahnya sistem pengendalian kualitas (Quality Control/QC) di sebuah bengkel. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan QC di Bengkel Jiron Motor melalui pelatihan sistematis berbasis kebutuhan. Metode pelaksanaan terdiri dari tiga tahap, yaitu survei, persiapan, dan pelaksanaan. Hasil survei menunjukkan bahwa sebagian besar keluhan pelanggan disebabkan oleh kesalahan pengerjaan yang berulang, terutama pada pengereman, tune-up, dan penggantian sparepart. Pelatihan dilakukan dengan pendekatan learning by doing serta simulasi langsung menggunakan kendaraan pelanggan. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pemahaman teknis dan kemampuan QC di kalangan karyawan, serta penurunan tingkat rework. Selain itu, pelatihan ini juga berhasil membentuk budaya kerja yang lebih disiplin dan berorientasi pada kualitas. Pelatihan QC terbukti menjadi solusi strategis dalam meningkatkan mutu layanan dan kepuasan pelanggan.
Copyrights © 2025