Pengembangan pariwisata berbasis masyarakat menuntut adanya keterlibatan masyarakat dan upaya promosi yang kreatif dan masif. Artikel ini akan menggambarkan penguatan kapasitas anggota karang taruna dalam penggunaaan media sosial untuk promosi dalam rangka pengembangan desa wisata di Desa Lamajang, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung. Penguatan kapasitas dilakukan menggunakan metode workshop yang ditindaklanjuti dengan video challenge. Materi yang disampaikan dalam workshop tersebut meliputi konsep tentang media sosial, perencanaan media sosial, dan praktik video promosi. Peserta workshop adalah para pemuda aggota karang taruna RW yang dianggap lebih memahami penggunaan media sosial.Proses workshop menunjukkan bahwa para pemuda anggota karang taruna dapat memahami materi tentang media sosial karena mereka sudah mengenal dan menjadi pengguna media sosial. Materi perencanaan media sosial dapat memberikan wawasan dan keterampilan tentang merencanakan penggunaan media sosial agar dapat mencapai hasil yang baik. Diskusi mengenai media sosial dan perencanaan media sosial berjalan interaktif mengingat para peserta memliki pengalaman yang berbeda-beda dalam menggunakan media sosial. Pada praktik video promosi para peserta dapat membuat video promosi desa wisata Lamajang yang diunggah pada aplikasi tiktok dan mendapatkan respon yang baik dari masyarakat luas.
Copyrights © 2024