Penelitian Neuro-linguistik ini mengkaji tentang salah satu gangguan berbahasa dan berbicara. Salah satunya adalah gangguan psikogenik. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan dan menjelaskan tentang bentuk gangguan berbicara latah pada tataran leksikon. Penelitian ini dilakukan melalui tiga tahap, yaitu pengumpulan data, penganalisisan data, dan penyajian hasil analisis data. Pengumpulan data, menggunakan metode cakap dan metode simak. Teknik dasar dalam pengumpulan data adalah teknik pancing, diikuti dengan teknik lanjutan, yaitu teknik rekam dan teknik catat. Sementara itu, metode simak menggunakan teknik dasar simak libat cakap (SLC) yang diikuti dengan teknik lanjutan, yaitu teknik catat. Pada tahap analisis data, metode yang digunakan adalah metode padan dan metode agih beserta teknik – tekniknya. Metode padan yang digunakan adalah metode padan translasional dan padan referensial dengan teknik pilah unsur penentu. Metode agih yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik bagi unsur langsung dengan diikuti teknik lanjutan, yaitu teknik sisip dan teknik perluasan. Penyajian hasil analisis data digunakan metode formal dan informal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perilaku latah dapat menyebabkan gangguan komunikasi dua arah pada tataran leksikon. Leksikon yang diucapkan oleh yulena pada saat perilaku latah muncul bukanlah leksikon yang seharusnya diucapkan dalam suatu topic sebuah peristiwa tutur. Pengulangan leksikon yang didengar dari lawan tutur, pengucapan leksikon tabu dan pengucapan leksikon secara spontan yang tersimpan di mental leksikon.
Copyrights © 2023