Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan memahami fenomena perubahan perilaku mahasiswa farmasi yang telah habis masa studi dan nyaris menghadapi Drop Out (DO). Fokus utama adalah efektifitas Komunikasi Persuasif dari Tim Pelaksana Bimbingan dan Konseling (TPBK) sebagai agen kunci dalam mendukung mahasiswa mengatasi tantangan seperti penurunan motivasi, masalah keluarga, kesulitan mengatur waktu, kendala biaya dan hambatan berkomunikasi dengan dosen pembimbing. Melalui metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, hasil menunjukkan bahwa pesan persuasif TPBK memberikan dukungan moral, membangkitkan semangat, dan meningkatkan pemahaman tentang pentingnya menyelesaikan tugas akhir. Kesimpulan triangulator menegaskan bahwa komunikasi persuasif efektif digunakan dalam menciptakan perubahan positif, termasuk peningkatan motivasi dan keterbukaan untuk bekerja sama. Temuan ini memberikan kontribusi signifikan untuk meningkatkan kualitas layanan bimbingan dan konseling, memberikan pemahaman lebih dalam tentang peran strategis Komunikasi Persuasif dalam mendorong perubahan perilaku mahasiswa farmasi yang berisiko DO
Copyrights © 2024