Gerakan tangan ketika takbir dalam shalat secara faktual berbeda-beda. Ada yang mengangkat tangan di depan dada ada juga yang mengangkat tangan diantara telinga dan bahu. Semua gerakan tersebut disandarkan pada hadis. Dalam memahami hadis-hadis yang terlihat bertentangan ada beberapa metode yang digunakan, antara lain tarjih, nasakh, jam’u wa tawfiq, dan tasaqut. Dalam permasalahan ini metode yang paling sesuai adalah al-jam’u wa tawfiq. Berdasarkan dari hal itulah maka formula masalah yang akan dijawab adalah bagaimana memahami hadis mengenai posisi tangan ketika takbir dalam shalat dengan menggunakan metode al-jam’u wa tawfiq? Artikel ini bertujuan memahami hadis tentang mengangkat tangan ketika shalat dengan metode al-jam’u wa tawfiq. Penelitian ini termasuk studi hadis tematik dengan metode al-jam’u wa tawfiq. Adapun langkah-langkahnya sebagai berikut: Pertama, mengumpulkan semua hadis terkait tema. Kedua, menentukan kualitas hadis-hadis. Ketiga, membahas persoalan kebahasaan. Keempat, menerapkan prinsip al-jam’u wa tawfiq dalam memahami hadis-hadis tersebut. Adapun hasil dari penelitian ini ada dua: Pertama, hadis-hadis yang membahas mengenai gerakan tangan ketika takbir dalam shalat baik dari jalur Ibnu ‘Umar dan Wāil semuanya sahih dan sama-sama kuat. Kedua, berdasarkan pendekatan al-jam’u wa tawfiq maka gerakan tangan ketika takbir dalam shalat yang sesuai adalah posisi tangan ketika takbir berada di atas bahu dengan ibu jari yang dekat dengan telinga.
Copyrights © 2024