Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

CHANGES IN EDUCATION, RELIGION, SOCIAL, ECONOMIC, CULTURE, AND POLITICS IN EGYPT POST-NAPOLEON INVASION Rahmawan, Hatib
Al-Misbah (Jurnal Islamic Studies) Vol 7, No 2: October 2019
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/almisbah.v7i2.1847

Abstract

The important role of Egypt in the Resurrection of the Islamic world is did not happen suddenly, but he had to go through a dark history, that was colonialized by Napoleon Bonaparte. Even though Napoleon ruled Egypt for three years, but his presence woke the Egyptian consciousness to progress and change. This paper aims to uncover the changes that occurred in Egypt in the fields of education, issues, economy, culture, and politics post-Napoleon invasion. From this, a main problem can be formulated as follows; How was the change in education, religion, social, economy, culture, and politics post-Napoleon invasion? This paper uses the liberary research method, which is combined with the model of writing history to reveal the relationship between historical facts with changes that occured. The important information obtained from this post-Napoleon study include; (1) in the field of education raises awareness of the underdevelopment of science, the development of various educational infrastructure, recognizing the importance of freedom and independence in the development of science; (2) Encouraging changes in perspectives and models of religion towards a more rational and solutions to the changing times; (3) in the social and cultural sphere the idea of equality (legalite) and equality between rulers and people was born and the development of war technology, weapons and military training adopted from France; (4) in the political field gave rise to the idea of nationalism and republican government; and (5) in the economic field to encourage the development of industrialization and agrarian reform.
Hermeneutika Al-Qur’an Kontekstual: Metode Menafsirkan Al-Qur’an Abdullah Saeed Hatib Rachmawan
Afkaruna: Indonesian Interdisciplinary Journal of Islamic Studies Vol 9, No 2: December 2013
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/aiijis.2013.0025.148-161

Abstract

Quranic exegesis has a special place in the development of Islamic intellectual tradition and civilization at large. As the main source of Islamic teaching, for centuries Muslims have attempted to understand the various meanings of the Qur’an in order to be in line with the current needs of the society through the process of contextualization. In this article, the author presents and explains the way in which Abdullah Saeed, a professor in Islamic studies from the the University of Melbourne, Australia, contextualize the meaning of the Quran. In particular, this article analyzes some methodological aspects proposed by Saeed in the qontextualization of the Qur’an: 1) identifying the world of the text; 2) analyzing text critically; 3) connecting the text to the early Islamic community as the first receivers; and 4) relating the text to the current needs of society. Keywords: Quranic exegesis, Abdullah Saeed, tafsir methodology, contextualization.
Character Education Perspective of Contemporary Figures Fadhlurrahman Fadhlurrahman; Hatib
Educan : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 7 No. 2 (2023): Moral Education
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah, Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/educan.v7i2.10180

Abstract

Character Education is a milestone in Indonesian education. One indicator of the quality of Indonesian education is seen in the student's character. The purpose of this study seeks to describe and analyze the perspectives of contemporary figures on character education. The methodology used in this scientific work is library research with a description-analysis approach and data validation with in-depth primary sources. The results of this study reveal that all contemporary figures think that character education is crucial and must be implemented immediately, either through the system or school regulations. This character education will prevent moral degradation in this era of disruption. What is novel in this study is the philosophical view of character education according to contemporary Indonesian figures.  
MEMBACA ULANG ASAL USUL HADIS DALAM PERSPEKTIF NARASI Hatib Rachmawan
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 2 No. 2 (2024): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Februari
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/v2i2.150

Abstract

Muslim periode awal memahami sunnah dengan cara dan metode yang berbeda dengan kita. Dengan begitu pemahaman terhadap sunnah menjadi sangat dinamis, tergantung periodeisasi yang dilaluinya. Dinamika sunnah dalam rentang sejarah tersebut menimbulkan satu permasalahan yang sangat penting, yakni otentisitas atau asal-usul kelahirannya, bersumber dari Nabi atau bukan. Sebagian orientalis meyakini bahwa hadis tidak bersumber dari Nabi, melainkan diciptakan oleh generasi ketiga setelah Nabi. Ulama tradisional kemudian membantahnya dengan bukti sejarah, bahwa pencatatan hadis sudah ada sejak Nabi masih hidup. Namun jawaban tersebut masih menyisakan beberapa problem lagi, yakni kalau pencatat sudah ada sejak awal, apakah hal tersebut menandakan hadis setara dengan Al-Qur’an? Mengapa dalam hadis-hadis mutawatir memiliki perbedaan lafadz yang sangat banyak? Mengapa periwayatan bil m’na jauh lebih banyak ketimbang periwayatan bil lafdzi?. Fakta-fakta seperti itu tidak dapat dibantah. Oleh sebab itu dalam memahami sunnah Nabi tidak dapat menggunakan satu disiplin ilmu dari ulumul hadis saja. Sebab hadis yang sampai kepada kita, telah menjadi sebuah narasi, yang beririsan dengan ilmu sejarah, bahasa, dan komunikasi. Artikel ini mencoba membaca ulang sunnah dalam perspektif narasi, yang tujuannya untuk menyegarkan kembali pemahaman pembaca kontemporer mengenai sunnah.
Posisi Tangan Ketika Takbir dalam Shalat: Pendekatan Jam’u Wa Tawfiq Rachmawan, Hatib
Journal of Education Research Vol. 5 No. 4 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i4.1653

Abstract

Gerakan tangan ketika takbir dalam shalat secara faktual berbeda-beda. Ada yang mengangkat tangan di depan dada ada juga yang mengangkat tangan diantara telinga dan bahu. Semua gerakan tersebut disandarkan pada hadis. Dalam memahami hadis-hadis yang terlihat bertentangan ada beberapa metode yang digunakan, antara lain tarjih, nasakh, jam’u wa tawfiq, dan tasaqut. Dalam permasalahan ini metode yang paling sesuai adalah al-jam’u wa tawfiq. Berdasarkan dari hal itulah maka formula masalah yang akan dijawab adalah bagaimana memahami hadis mengenai posisi tangan ketika takbir dalam shalat dengan menggunakan metode al-jam’u wa tawfiq? Artikel ini bertujuan memahami hadis tentang mengangkat tangan ketika shalat dengan metode al-jam’u wa tawfiq. Penelitian ini termasuk studi hadis tematik dengan metode al-jam’u wa tawfiq. Adapun langkah-langkahnya sebagai berikut: Pertama, mengumpulkan semua hadis terkait tema. Kedua, menentukan kualitas hadis-hadis. Ketiga, membahas persoalan kebahasaan. Keempat, menerapkan prinsip al-jam’u wa tawfiq dalam memahami hadis-hadis tersebut. Adapun hasil dari penelitian ini ada dua: Pertama, hadis-hadis yang membahas mengenai gerakan tangan ketika takbir dalam shalat baik dari jalur Ibnu ‘Umar dan Wāil semuanya sahih dan sama-sama kuat. Kedua, berdasarkan pendekatan al-jam’u wa tawfiq maka gerakan tangan ketika takbir dalam shalat yang sesuai adalah posisi tangan ketika takbir berada di atas bahu dengan ibu jari yang dekat dengan telinga.
Posisi Tangan Ketika Takbir dalam Shalat: Pendekatan Jam’u Wa Tawfiq Rachmawan, Hatib
Journal of Education Research Vol. 5 No. 4 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i4.1653

Abstract

Gerakan tangan ketika takbir dalam shalat secara faktual berbeda-beda. Ada yang mengangkat tangan di depan dada ada juga yang mengangkat tangan diantara telinga dan bahu. Semua gerakan tersebut disandarkan pada hadis. Dalam memahami hadis-hadis yang terlihat bertentangan ada beberapa metode yang digunakan, antara lain tarjih, nasakh, jam’u wa tawfiq, dan tasaqut. Dalam permasalahan ini metode yang paling sesuai adalah al-jam’u wa tawfiq. Berdasarkan dari hal itulah maka formula masalah yang akan dijawab adalah bagaimana memahami hadis mengenai posisi tangan ketika takbir dalam shalat dengan menggunakan metode al-jam’u wa tawfiq? Artikel ini bertujuan memahami hadis tentang mengangkat tangan ketika shalat dengan metode al-jam’u wa tawfiq. Penelitian ini termasuk studi hadis tematik dengan metode al-jam’u wa tawfiq. Adapun langkah-langkahnya sebagai berikut: Pertama, mengumpulkan semua hadis terkait tema. Kedua, menentukan kualitas hadis-hadis. Ketiga, membahas persoalan kebahasaan. Keempat, menerapkan prinsip al-jam’u wa tawfiq dalam memahami hadis-hadis tersebut. Adapun hasil dari penelitian ini ada dua: Pertama, hadis-hadis yang membahas mengenai gerakan tangan ketika takbir dalam shalat baik dari jalur Ibnu ‘Umar dan Wāil semuanya sahih dan sama-sama kuat. Kedua, berdasarkan pendekatan al-jam’u wa tawfiq maka gerakan tangan ketika takbir dalam shalat yang sesuai adalah posisi tangan ketika takbir berada di atas bahu dengan ibu jari yang dekat dengan telinga.
Pendidikan Karakter Berbasis Nilai-Nilai Keislaman untuk Penanggulangan Pelecehan Seksual di Kalangan Pelajar Ilham Hardianto; Hatib Rachmawan
Journal of Islamic Education and Learning Vol. 5 No. 2 (2025): Journal of Islamic Education and Learning
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Syrari’ah Daru ‘Ulum (STSDU) Lampung Timur.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63761/jiel.v5i2.168

Abstract

Kasus pelecehan seksual di kalangan pelajar Indonesia terus meningkat, baik secara fisik, verbal, maupun digital. Upaya hukum melalui Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual telah memperkuat perlindungan korban, tetapi langkah preventif melalui pendidikan karakter Islami masih kurang optimal. Artikel ini bertujuan mengkaji konsep, relevansi, dan implementasi pendidikan karakter berbasis nilai-nilai keislaman sebagai strategi pencegahan pelecehan seksual di kalangan pelajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis berbasis studi pustaka, dengan triangulasi sumber normatif Islam (Al-Qur’an dan hadis), regulasi hukum positif, serta hasil penelitian kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan karakter Islami yang menekankan nilai iman, takwa, haya’, iffah, dan amanah efektif membentuk kesadaran moral peserta didik. Proses habituasi melalui pembiasaan praktik Islami seperti shalat berjamaah, doa bersama, sedekah Jumat, dan budaya 5S terbukti meningkatkan disiplin, religiusitas, dan kepekaan sosial. Nilai ihs?n dan akhlak bermedsos juga sangat relevan di era Society 5.0 dalam menghadapi tantangan kekerasan berbasis gender online. Implementasi pendidikan karakter Islami tidak dapat berdiri sendiri, melainkan membutuhkan integrasi kebijakan sekolah, penguatan peran keluarga, dan dukungan masyarakat agar nilai-nilai keislaman terinternalisasi dalam kehidupan sehari-hari siswa. Artikel ini menyimpulkan bahwa pendidikan karakter Islami merupakan strategi preventif yang komprehensif, aplikatif, dan berkelanjutan dalam menanggulangi pelecehan seksual sekaligus membentuk generasi berakhlak mulia, tangguh, dan berdaya saing global.
Peningkatan kapasitas guru Rasmisart School melalui pelatihan software hadis dan media pembelajaran berbasis AI Rachmawan, Hatib; Fahana, Jefree
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.36611

Abstract

Abstrak Program Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas guru pendidikan Islam di Rasmisart School, Songkhla, Thailand—sekolah komunitas Muslim minoritas—melalui pelatihan penggunaan software hadis dan media pembelajaran berbasis kecerdasan buatan (AI). Kegiatan ini menjawab dua tantangan utama, yaitu rendahnya literasi digital keislaman dan keterbatasan keterampilan teknologi pedagogis para guru. Melalui model pelatihan hibrida (daring dan luring), para guru diperkenalkan dengan alat digital seperti Jawami’ al-Kalim, Maktabah Syamilah, ChatGPT, dan Fliki. Dengan pendekatan pembelajaran berbasis proyek dan kontekstual, pelatihan ini tidak hanya meningkatkan aspek kognitif dan keterampilan teknis, tetapi juga membentuk pola pikir transformatif dalam integrasi teknologi ke dalam pembelajaran Islam. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam penggunaan software, pemanfaatan AI dalam materi ajar, serta kepercayaan diri guru. Program ini juga berkontribusi pada penguatan institusional, pemberdayaan komunitas, dan internasionalisasi Universitas Ahmad Dahlan. Model ini memiliki potensi replikasi dan keberlanjutan di lingkungan pendidikan Islam minoritas lainnya di Asia Tenggara. Kata kunci: Software hadis; kecerdasan buatan (AI); Rasmisart School. AbstractThis Community Engagement Program aims to enhance the capacity of Islamic education teachers at Rasmisart School in Songkhla, Thailand—a minority Muslim community school—through training in the use of hadith software and artificial intelligence (AI)–based learning media. The program addresses two major challenges: the low level of digital Islamic literacy and the limited pedagogical technology skills among teachers. Through a hybrid training model (online and offline), teachers were introduced to digital tools such as Jawāmiʿ al-Kalim, Maktabah Syāmilah, ChatGPT, and Fliki. Employing project-based and contextual learning approaches, the training not only improved cognitive and technical competencies but also fostered a transformative mindset regarding the integration of technology into Islamic education. Evaluation results indicate significant improvements in software utilization, the application of AI in instructional materials, and teachers’ confidence. The program further contributes to institutional strengthening, community empowerment, and the internationalization efforts of Universitas Ahmad Dahlan. This model also holds potential for replication and sustainability in other minority Islamic educational settings across Southeast Asia. Keywords: hadith software; artificial intelligence (AI); Rasmisart School.
Hermeneutika Al-Qur’an Kontekstual: Metode Menafsirkan Al-Qur’an Abdullah Saeed Hatib Rachmawan
Afkaruna: Indonesian Interdisciplinary Journal of Islamic Studies Vol. 9 No. 2: December 2013
Publisher : Fakultas Studi Islam dan Peradaban, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/aiijis.2013.0025.148-161

Abstract

Quranic exegesis has a special place in the development of Islamic intellectual tradition and civilization at large. As the main source of Islamic teaching, for centuries Muslims have attempted to understand the various meanings of the Qur’an in order to be in line with the current needs of the society through the process of contextualization. In this article, the author presents and explains the way in which Abdullah Saeed, a professor in Islamic studies from the the University of Melbourne, Australia, contextualize the meaning of the Quran. In particular, this article analyzes some methodological aspects proposed by Saeed in the qontextualization of the Qur’an: 1) identifying the world of the text; 2) analyzing text critically; 3) connecting the text to the early Islamic community as the first receivers; and 4) relating the text to the current needs of society. Keywords: Quranic exegesis, Abdullah Saeed, tafsir methodology, contextualization.
Implementation of the Theory of Legal Norm Hierarchy in the Muhammadiyah Tarjih Manhaj in the Study of Thematic Hadith on Social Justice: A Case Study of Responding to Non-Muslim Greetings Rachmawan, Hatib
Afkaruna: Indonesian Interdisciplinary Journal of Islamic Studies Vol. 21 No. 2: December 2025
Publisher : Fakultas Studi Islam dan Peradaban, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/afkaruna.v21i2.27595

Abstract

This study examines the application of the Theory of the Hierarchy of Islamic Legal Norms within the Manhaj Tarjih of Muhammadiyah as an epistemological framework for thematic studies of hadiths related to social justice. Focusing on a case study of the Muhammadiyah Tarjih Council's fatwa regarding responses to greetings from non-Muslims, the research aims to critically reassess the normative foundation and sociocultural context of the fatwa through a hierarchical approach to Islamic legal norms. Utilizing a qualitative library-based method and thematic analysis, the study engages with a range of relevant primary and secondary sources. The findings suggest that the hierarchical model offers a more flexible and contextually grounded interpretation of the hadith, especially when core Islamic values, such as justice (al-ʿadl), public welfare (al-maṣlaḥah), and social harmony, are prioritized. The study recommends a more contextual, inclusive, and dialogical fatwa methodology to enhance social cohesion in multicultural societies and to align Islamic legal thought with contemporary ethical imperatives.