Masyarakat Indonesia memiliki riwayat panjang sebagai bangsa terjajah, pendidikan merdeka diperlukan dalam rangka dekolonisasi alam pikiran yang dilakukan pada ruang pendidikan, khususnya melalui pembelajaran sastra. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis inferioritas dan pendidikan merdeka Ki Hajar Dewantara dalam roman tetralogi Buru karya Pramoedya Ananta Toer. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif kritis dengan pendekatan kontekstual. Teknik pengambilan data pada penelitian ini menggunakan teknik studi pustaka.. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam roman tetralogi Buru karya Pramoedya Ananta Toer yang menceritakan kisah perjalanan hidup tokoh Minke mengandung unsur inferioritas poskolonial dan pendidikan merdeka sebagaimana yang digagas oleh Ki Hajar Dewantara. Adapun unsur inferioritas berupa perilaku hibriditas, ambivalensi dan mimikri, sedangkan unsur kemerdekaan yang dimaksudkan yakni kemerdekaan eksistensial dan intelektual sesuai dengan kodrat alam, kehalusan akal budi, dalam bingkai semangat kebangsaan yang berdasar dalam taman sari kemanusiaan bersifat universal. Penelitian ini menghasilkan implikasi bahwa roman tetralogi Buru yang mengandung unsur inferioritas poskolonial dan pendidikan merdeka dapat diterapkan sebagai media pendidikan dalam rangka menyembuhkan menanamkan jiwa merdeka pada generasi bangsa secara reflektif melalui pembelajaran sastra.
Copyrights © 2024