Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis rendahnya partisipasi narapidana dalam program pembinaan kemandirian pertanian di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Metro. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, yang memungkinkan peneliti menggali data secara mendalam melalui narasi, pengalaman, dan konteks sosial para narapidana. Data dikumpulkan lewat wawancara, observasi, dan dokumentasi, dianalisis dengan model Miles–Huberman, berlandaskan Self-Determination Theory bahwa motivasi turun saat kebutuhan autonomy, competence, dan relatedness tidak terpenuhi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendahnya partisipasi narapidana dalam pembinaan pertanian berkaitan dengan belum terpenuhinya ketiga aspek utama dalam SDT. Banyak narapidana merasa bahwa kegiatan pertanian dipaksakan, tidak sesuai minat dan latar belakang mereka, serta terlalu berat secara fisik (aspek autonomy dan competence tidak terpenuhi). Selain itu, kurangnya pendekatan personal dan hubungan yang kuat antara petugas pembinaan dan narapidana juga menghambat rasa keterhubungan sosial (relatedness). Akibatnya, narapidana cenderung tidak merasa memiliki motivasi internal untuk terlibat secara aktif dalam kegiatan pembinaan
Copyrights © 2025