Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Vol 3, No 2 (2006): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam

Pelepasan Unsur Hara Mineral Selama Pelapukan Serasah Daun Di Areal Tegakan Sisa Hutan Alam Mangrove Sungai Sepada, Kalimantan Barat

Harun Alrasyid (Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan)
Yetti Heryati (Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan)



Article Info

Publish Date
24 Jul 2017

Abstract

Tujuan penelitian  ini,  untuk mendapatkan  inforrnasi  tentang  peranan hutan mangrove dalam memelihara kesuburan daerah perairan  pantai di bawah tegakan  tinggal hutan  alam mangrove.  Lokasi  penelitian  terletak di  komplek  hutan alam  mangrove Sunga, Sepada,  Kalimantan  Barat  Hutannya didominasi  oleh  jenis Rhizophora  mucronata  Lamk.  dan Bruguiera gymnorrhiza  Lamk. dan tingginya agak seragarn.  Tanahnya digenangi  air pasang laut yang  tingginya  beberapa  sentimeter.  Penaksiran  jumlah  serasah  menggunakan  10 buah  jaring serasah berukuran masmg masing I  m x  I    m dan diletakkan  sccara acak dalam  hutan.  Serasah kering dikumpulkan  setiap triwulan. Untuk  menaksir tingkat pembusukan serasah dan laju akumulasi  unsur mineral  yang  terurai  menggunakan  cara yang digunakan  oleh Olson (1963)    dan Yenny  et al. (1949). Hasil penelitian menyimpulkan bahwa:  (a) Tegakan tinggal hutan  mangrove menghasilkan rata-rata 202.552 gc/m2/th  karbon organik;  (b) Laju  penguraian  unsur  mineral selama   dekomposisi  serasah   adalah   : P>N>Mg>C >Al>S>K>Fc>Cu>Zn>Ca>Mn, dan (c) Pemanenan biomas hutan yang tak  terkontrol telah menghilangkan rata-rara  99,4%  karbon organik

Copyrights © 2006