Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru dalam menerapkan paradigma "menghamba pada murid" melalui pembelajaran berdiferensiasi di SDN Cangkiran 02. Konsep menghamba pada murid, yang sejalan dengan filosofi Ki Hadjar Dewantara, menekankan pentingnya guru memahami dan memenuhi kebutuhan individu murid guna menciptakan proses pembelajaran yang efektif, efisien, dan menyenangkan. Dalam konteks implementasi Kurikulum Merdeka, pembelajaran berdiferensiasi menjadi strategi utama untuk memenuhi kebutuhan murid berdasarkan minat, kesiapan belajar, dan gaya belajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan melibatkan delapan guru sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi, serta dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran berdiferensiasi mampu meningkatkan motivasi belajar murid dan menciptakan suasana kelas yang inklusif. Guru tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pembimbing dan teladan yang mendukung pengembangan potensi murid secara holistik. Studi ini merekomendasikan strategi pembelajaran berdiferensiasi yang terintegrasi untuk memperkuat paradigma menghamba pada murid dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan di sekolah dasar.
Copyrights © 2024