ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi asesmen diagnostik kognitif dan non-kognitif dalam mendukung pembelajaran berdiferensiasi pada siswa kelas VI SDN Mangkukusuman 2 Kota Tegal. Metode yang digunakan adalah deskriptif analitis dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, angket, dan wawancara. Subjek penelitian terdiri dari 26 siswa kelas VI. Teknik analisis data menggunakan model Milles dan Huberman 1994, meliputi reduksi data,penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan kognitif siswa cukup beragam, dengan rincian: 27% siswa berada pada kategori mahir, 35% cukup mahir, dan 38% memerlukan bimbingan. Sementara itu, asesmen non-kognitif menunjukkan variasi gaya belajar siswa, yaitu Implementasi pembelajaran berdiferensiasi di SDN Mangkukusuman 2 berjalan secara efektif karena guru telah memanfaatkan hasil asesmen diagnostik untuk merancang strategi pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan siswa, baik dari aspek konten, proses, maupun produk pembelajaran. Temuan ini menegaskan bahwa asesmen diagnostik merupakan langkah awal yang penting dalam mewujudkan pembelajaran yang efektif dan berpusat pada peserta didik.
Copyrights © 2025