Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pendekatan Meaningful Learning dan Joyful Learning terhadap kemampuan berpikir Divergen siswa dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMA Negeri 6 Lubuklinggau. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain survei korelasional. Data diperoleh melalui angket yang dianalisis menggunakan korelasi Pearson dan regresi berganda dengan bantuan SPSS 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik Meaningful Learning maupun Joyful Learning secara parsial dan simultan memiliki hubungan yang positif, kuat, dan signifikan terhadap kemampuan berpikir Divergen siswa. Nilai koefisien korelasi antara Meaningful Learning dan kemampuan berpikir Divergen sebesar 0,646, sedangkan Joyful Learning sebesar 0,635. Secara simultan, kedua pendekatan pembelajaran tersebut memiliki nilai koefisien korelasi berganda sebesar 0,721 dan R² sebesar 0,520, yang berarti 52% variasi kemampuan berpikir Divergen dapat dijelaskan oleh kedua variabel bebas tersebut. Hasil ini menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran yang bermakna dan menyenangkan efektif dalam mendorong kreativitas dan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa dalam konteks pembelajaran PAI.
Copyrights © 2025