Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam manfaat dan tantangan penggunaan tools parafrase berbasis kecerdasan buatan (AI) dalam dunia kepenulisan, khususnya dalam konteks akademik seta sikap mahasiswa terhadap etika penggunaan teknologi AI. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara semi terstruktur kepada lima mahasiswa dari program studi magister Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tools parafrase AI, seperti QuillBot dan ChatGPT, dianggap sangat membantu dalam mempercepat proses penulisan, meningkatkan variasi bahasa, serta mempermudah pemahaman teks. Namun demikian, terdapat sejumlah tantangan signifikan, antara lain distorsi makna dalam hasil parafrase, ketidaksesuaian gaya bahasa dengan konteks tulisan, keterbatasan pemrosesan bahasa lokal (seperti bahasa Indonesia), serta risiko plagiarisme terselubung. Selain itu, muncul pula kekhawatiran mengenai ketergantungan berlebihan terhadap teknologi, yang dapat menghambat pengembangan keterampilan menulis dan berpikir kritis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun tools parafrase berbasis AI menawarkan efisiensi dan kemudahan, penggunaannya memerlukan pemahaman etis, literasi digital yang memadai, serta kebijakan institusional yang jelas agar manfaatnya dapat dioptimalkan tanpa mengorbankan integritas akademik.
Copyrights © 2025