Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap tingkat literasi budaya siswa melalui pembelajaran Seni Budaya dan Prakarya (SBDP), serta mengevaluasi faktor-faktor yang mendukung maupun menghambat penerapannya pada siswa kelas VI di SD Negeri 3 Purbalingga Lor. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada temuan awal bahwa banyak siswa belum mampu menguasai lirik dan melodi lagu daerah serta belum memahami makna budaya yang terkandung dalam pembelajaran musik tradisional. Penelitian dilakukan dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui studi kasus. Teknik pengumpulan data meliputi observasi langsung, wawancara mendalam, dan analisis dokumen pembelajaran, dengan sumber data dari guru, siswa, dan dokumentasi sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran SBDP sudah digunakan sebagai media untuk menanamkan nilai-nilai budaya, terutama melalui aktivitas menyanyikan lagu daerah dan memainkan alat musik tradisional. Meski demikian, terdapat sejumlah hambatan seperti kurangnya minat siswa terhadap musik tradisional, pengaruh budaya modern, serta terbatasnya sarana pendukung. Faktor pendukung mencakup keterlibatan aktif guru, dukungan fasilitas dari sekolah, serta kegiatan musik berbasis budaya lokal. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pentingnya optimalisasi strategi pembelajaran seni budaya agar mampu meningkatkan apresiasi siswa terhadap budaya daerah dan menumbuhkan pemahaman budaya secara lebih mendalam sejak usia dini.
Copyrights © 2025